Jumat, 14 Oktober 2016

Tugas Softskill

TUGAS MATAKULIAH SOFTSKILL MANAJEMEN PROYEK DAN RESIKO
Disusun Oleh :
CHAILIR SENTOSA           
22114311
3KB01
JURUSAN SISTEM KOMPUTER
GUNADARMA
2016
PROPOSAL PROYEK
"SISTEM ABSEN PINTAR BERBASIS RFID" 


BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang 
Teknologi identifikasi di masa sekarang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Mulai dari teknologi barcode, teknologi identifikasi gelombang radio (RFID), teknologi identifikasi sidik jari (fingerprint), teknologi biometrik iris mata, dan masih banyak lagi. Salah satu teknologi yang menarik untuk dibicarakan adalah RFID. Radio Frequency Identification (RFID) adalah teknologi identifikasi berbasis gelombang radio. Teknologi ini mampu mengidentifikasi berbagai objek secara simultan tanpa diperlukan kontak langsung.
Karakteristik letak ruangan suatu unit di area perusahaan membuat komunikasi antara pimpinan dan karyawan kurang efektif. Untuk itu perlu dibuat suatu sistem yang dapat mengidentifikasi keberadaan karyawan di ruangan. Sistem identifikasi karyawan dengan memanfaatkan teknologi identifikasi menggunakan RFID di rasa mampu untukmengurangi kekurangan tersebut. Sistem yang dibuat melingkupi aplikasi baca pada tag card, autentikasi data dan update data keberadaan karyawan pada ruangan-ruangan di area perusahaan. 
Berdasarkan hal ini maka penulis menawarkan sebuah solusi yang dapat dijadikan pilihan alternatif untuk mengidentifikasi keberadaan karyawan.
 2. Pembatasan Masalah
Adapun pembatasan masalah yang diambil untuk judul di atas adalah sebagai berikut :
  • RFID Reader yang digunakan adalah Long range RFID UHF Reader for access control. 
  • RFID Tags yang digunakan adalah UHF RFID Tags. 
  • Bahasa pemrograman yang digunakan Visual Basic 6.0.
  • Database yang digunakan Microsoft Access.
  • Implementasi alat menggunakan ruangan di unit area perusahaan yang telah terpasang sistem ini.
3. Tujuan 
Tujuan yang ingin dicapai dari pengerjaan proyek akhir ini adalah: 
  • Membuat perancangan dan pembuatan sistem identifikasi karyawan yang automatis dan real time menggunakan RFID untuk diterapkan pada suatu perusahaan.
  • Memudahkan perusahaan untuk mengidentifikasi keberadaan karyawan saat jam kerja di unit yang mereka tempati di area perusahaan.
  • Adanya sistem ini untuk meningkatkan kedisiplinan karyawan, salah satunyadengan tidak terlalu sering para karyawan keluar masuk kantor pada jam kerja.
  • Bagi Perusahaan mempermudah perusahaan dalam mengidentifikasi keberadaan karyawan serta kedisiplinan karyawan saat jam kerja.
4. Metode Penelitian
Langkah-langkah yang ditempuh dalam menyelesaikan tugas ini adalah sebagai berikut;
  • Metode Observasi
Metode ini dilakukan untuk memperoleh data yang dilakukan secara langsung. 
  • Metode Perancangan Sistem
Metode ini meliputi perancangan sistem aplikasi guna untuk membantu dan mempermudah dalam pembuatan sistem aplikasi.
  • Metode Pembuatan Aplikasi
Metode ini meliputi proses pembuatan aplikasi untuk mengidentifikasi keberadaan karyawan



BAB II
DASAR TEORI
Lahiri (2005) mengungkapkan fungsi RFID: “Radio frequency identification (RFID) technology uses radio waves to automatically identify physical objects (either living beings or inanimate items)”. Lalu, Bhatt dan Glover (2006) menjelaskan definisi: RFID merupakan Sistem Identifikasi yang berfungsi saat suatu perangkat elektronik didekatkan pada benda yang ingin diidentifikasi menggunakan frekuensi radio atau variasi medan magnet. Dari pernyataan Bhatt dan Glover tersebut, dapat dilihat adanya dua komponen utama dalam sistem RFID. Komponen pertama adalah benda elektronik yang didekatkan pada benda yang dikenali. Komponen pertama ini disebut dengan tag atau transponder. Komponen kedua adalah sub-sistem yang membaca tag atau sering disebut dengan reader.
1. Sistem Kerja RFID
Sistem RFID dapat diklasifikasikan sesuai dengan frekuensi radio yang digunakan, jenis modulasi untuk berkomunikasi dan jenis tag yang digunakan dalam sistem. Dalam suatu sistem RFID sederhana, suatu object dilengkapi dengan tag yang kecil dan murah. Tag tersebut berisi transponder dengan suatu chip memori digital yang di dalamnya berisi sebuah kode produk yang sifatnya unik.  Sebaliknya, interrogator, suatu antena yang berisi transceiver dan decoder, memancarkan sinyal yang bisa mengaktifkan RFID tag sehingga dia dapat membaca dan menulis data ke dalamnya. Ketika suatu RFID tag melewati suatu zone elektromagnetis, maka dia akan mendeteksi sinyal aktivasi yang dipancarkan oleh reader. Reader akan men-decode data yang ada pada tag dan kemudian data tadi akan diproses oleh komputer.


Sabtu, 18 Juni 2016

Bahasa Inggris Bisnis

Task 1
Name              : Chailir Sentosa
Class               : 2KB01
NPM               : 22114311
Courses           : Bahasa Inggris Bisnis

A. Make a paragraph using Simple Past Tense


My Car Toys
            When I was a child, I accompanied my mother to the market. At the market, I saw a very nice toy, which was a toy car with red color. I wanted to buy it but my mother did not allow me to buy it. Then I cried and felt sad because I could not buy it.
            I promised and started to save my money to buy that toy car. After a long time, I finally had enough money and bought that toy car. I felt very happy when I bought it.
            When I arrived at home, I direct played it with happy feeling. Few weeks later, I played the toy car on the road. Suden a motorcycle came and ran over my toy car. It destroyed my toy car immediately. I felt so sad and did not think that a toy that I have been dreaming of just broken easily. I direct went home and told my mother that my toy car had broken. But my toy car was the one that I really liked so much. It was one of the many sad stories that I experienced.

B. Make 5 sentence tenses using Future Continuous Tense
  1.  I’m going to clean my car this  
  2. She will meet you, because he miss 
  3. I’m  going to the school 
  4. I will come with you 
  5. I will always love you if you love me to 


Task 2
    Curriculum Vitae (CV)
Curriculum Vitae
                                                                                                                         
        Name                             : Chailir Sentosa                                              
        Place, Date of Birth       : Bogor, June 30th, 1996
        Gender                           : Male
        Marital Status                : Not Married
  Nationality                     : Indonesia                                                               PHOTO
        Religion                         : Islam
        Address                          : Benda 2nd Street no. 61 Sub-district of
                                                  Cipayung Depok
        ZIP Code                        : 16437
        Phone Number               : +6287784292311
        E-mail Address              : chailirsentosa96@gmail.com
        Last Education               : Strata 1 (S1)
        Vocational                      : Computer System



        Education History :
                  Ã˜  Formal Education
                  Gunadarma University Depok (Computer System)    2014 - now
                  Depok 5 Senior High School                                       2011 - 2014    
                  Depok 9 Junior High School                                       2008 - 2011    
                  Rawadenok Elementary School                                  2002 - 2008    
Ø  Non-formal
      Microsoft Office Course at PEC Depok                     2006 – 2007

        Organization Experience :
            Member of ROHIS 5 Organization at SMAN 5 Depok                          2011 – 2014
            Member of Futsal Extracurricular Activities at SMAN 5 Depok            2011 – 2014
            Member of Karate Extracurricular Activities at SMAN 5 Depok           2011 – 2012

        Certificate :
            Certificate of Membership in ROHIS 5 Organization (2014)
            Certificate of Microsoft Office (2007)

        Skill :
            Basic computer operating ( Ms. Word, Ms. Excel, Ms. PowerPoint, Internet )
            Able to operate applications JAVA, CAD and Photoshop
            Able to repair to computer




   Job Application Letter
        Chailir Sentosa
        Benda 2nd Street no. 61 Sub-district of Cipayung Depok | 16437
        +6287784292311 | chailirsentosa96@gamil.com
                                                                                                 Depok, April 9th, 2016
    
        HRD of
        BMW Group Malaysia
        3440, Teknokrat 5th Street, Cyber 5th, 63000 Cyberjaya, Selangor
        Malaysia

      With all due respect,
      According to the job application that BMW Group Malaysia Graduate Trainee Programmer published on the Internet, I am interested to apply and join BMW Group Malaysia Graduate Trainee Programmer in Legal Department.
    Let me introduce my self, my name is Chailir Sentosa, I graduated from the Faculty of Computer Systems, Gunadarma University, Depok. I have a good health condition. I could speak and write in English. I could operate computer with no problem, and also could type very quick. I am easily to talk and familiar with new person, so I guess I have no problem at all to work in a group.
      As a consideration, here are some attachments :
  1.         Curriculum Vitae
  2.         Photo copy of S-1 diploma and transcripts
  3.         Photo copy of Microsoft Office Course certificate and transcripts
      I hope that my application could be considered for the interview, so I could explain more detail about my other skills.
      Thank you for the attention.

                                                                                                              Sincerely,


                                                                                                    Chailir Sentosa        



Rabu, 20 Januari 2016

Review Semiar


Senin, 4 Januari 2015 saya mengikuti seminar tentang “Narkoba sebagai teman atau musuh?” yang diadakan oleh BEM FIKTI Universitas Gunadarma yang bekerja sama dengan Badan Nasional Narkotika Kota Depok (BNN), Palang Merah Indonesia (PMI), dan Polda Mentro jaya yang sebagai pengisi acara pada seminar kemarin. Kali ini saya akan membahasa tentang isi seminar.
“Kegiatan seminar ini bertujuan sebagai salah satu upaya pencegahan terhadap peredaran narkoba di lingkungan kampus yang sekarang lagi marak,”ujar Kasat di aula Universitas Gunadarma Kelapa Dua Cimanggis.

Dan Mantan Wakasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan ini mengatakan dengan mengangkat tema tentang narkoba itu teman atau musuh?

“Para pelaku pengedar narkoba sekarang sudah mengincar dunia pendidikan. Seperti tempat perkulihaan tempat sasaran para bandar untuk mengedarkan narkoba ke kalangan mahasiswa,”ungkapnya.

Kapolresta Depok, Kombes Dwiyono mengatakan antisipasi peredaran narkoba di lingkungan kampus perlu koordinasi dengan pihak kampus dalam peran memerangi narkoba.

“Peran kampus dalam memerangi narkoba sangat penting dalam membantu petugas memutus mata rantai peredaran narkoba dalam lingkungan kampus,”tutupnya.


Semiar ini sangatlah menarik karena kita dapat memahami betapa luar bisanya narkoba. Awalnya narkoba atau zat adiktif lainnya di gunakan untuk keperluan medis seperti ; obat bius saat melakukan operasi, obat penenang, dan obat penghilang atau penahan rasa sakit. Tetapi itu semua ada dosis-nya, tidak bisa sembarangan orang memakainya. Oleh karena itu tidak terjadi gejala yang aneh terhadap tubuh.

Tetapi ada oknum yang sengaja menambahkan dosis-nya dan bahkan asal pakai saja. Yang menyebabkan ada yang tidak tahan terhapah obat – obatan tersebut lalu mereka yang tidak tahan langsung mati atau OD(over dosis), dan juga ada yang ketergantungan terhadap obat – obatan itu dan akhirnya pun mereka mati juga.

Oleh karena itu marilah kita menjaga dan membentengi iman kita dari hal – hal yang mengerikan. Dan jauhilah barang haram bin seram yaitu nakoba dan teman – temannya. Karena benda yang satu ini bisa merusak generasi bangsa dan juga dapat merugikan orang lain bahkan dirinya sendiri. 

Sabtu, 03 Oktober 2015

Pengantar Statistika

PENGANTAR STATISTIKA


Apakah kalian pernah dengar kata Statistika?. Apakah Statistika sama dengan Matematika itu sama?. Materi apa yang Statistika pelajari?. Mari kita bahas bersama tentang Statistika, dan saya akan membahasanya dari beberapa sumber yang ada. Oke pertama-tama saya akan membahas mengenai arti atau definisi dari Statistika itu sendiri.

1. Definisi Statistika 
          Statistika begitu banyak memiliki arti atau definisi dari berbagai sudut pandang, dan berikut ini adalah pendapat dari beberapa ahli dan sumber yang kita kenal :
  • Menurut Sudjana (1996:7), Fase statistika dimana hanya berusaha melukiskan atau mengalisa kelompok yang diberikan tanpa membuat atau menarik kesimpulan tentang populasi atau kelompok yang lebih besar dinamakan statistika deskriptif 
  • Menurut Modenhall, Statistika ialah suatu bidang sains yang berkaitan dengan ekstraksi informasi dari data numerik dan menggunakannya untuk membuat keputusan tentang populasi dari mana data tersebut diperoleh.  
  • Menurut Mood, Graybill dan Boes, Statistika adalah teknologi dari metode ilmiah. Mereka juga menambahkan bahwa statistika berhubungan dengan rancangan percobaan dan penyelidikan, dan penarikan kesimpulan statistik. 
  • Menurut Kendal dan Stuart, Pengertian Statistika adalah cabang dari metode ilmiah yang berhubungan dengan pengumpulan data yang dikumpulkan dengan mencacah atau mengukur sifat-sifat dari populasi.
  • Menurut KBBI, Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan pengumpulan data, penyelidikan dan kesimpulannya berdasarkan bukti, berupa catatan bilangan (angka-angka). 
  • Menurut Wikipedia, Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, Statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data
        Dari beberapa sumber diatas dapat diketahui bahwa Statistika itu adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari metode yang paling efisien tentang cara‑cara pengumpulan, pengola­han, penyajian serta analisis data, penarikan kesimpulan serta pembuatan keputusan yang cukup beralasan berdasarkan data dan analisa yang dilakukan.

2. Sejarah Perkembangan Statistika
         Istilah statistika sudah sangat tua. Statistika bermula sebagai suatu cara berhitung untuk membantu pemerintah yang ingin mengetahui kekayaan dan banyaknya warganya dalam usaha menarik pajak atau pun berperang. William si penakluk memerintahkan diadakannya survey di seluruh Inggris untuk tujuan pajak dan tugas kemiliteran. Hasil Survey ini dikumpulkan dalam sebuah kumpulan yang disebut Domesday Book.
          Beberapa abad setelah Domesday Book, ditemukan suatu penerapan peluang empirik dalam asuransi perkapalan, yang tampaknya sudah tersedia bagi kapal-kapal bangsa Flem pada abad ke-14. Perjudian, dalam bentuk permainan, telah mengantarkan kita ke teori peluang. Teori ini pertama kali dikembangkan oleh Pascal dan Fermat sekitar abad ke-17, karena mereka tertarik pada pengalaman-pengalaman judi Chevalier de Mere.
        Kurva normal telah terbukti sangat penting dalam pengembangan statistika. Persamaan kurva ini pertama kali diumumkan pada tahun 1733 oleh de Moivre. De Moivre sama sekali tidak tahu bagaimana menerapkan penemuannya tersebut pada data hasil percobaan, dan karyanya ini tetap tidak diketahui sampai Karl Pearson menemukannya di suatu perpustakaan pada tahun 1924. Walaupun demikian, hasil yang sama dikembangkan kemudian oleh dua astronom matematik, Laplace, 1749-1855 dan Gauss, 1777-1855, secara terpisah.
        Pada abad ke-19 Charles Lyell telah mengajukan suatu argumentasi yang pada dasarnya bersifat statistik terhadap suatu masalah geologi. Dalam periode 1830-1833, diterbitkan 3 jilid Principles of Geology karya Lyell, yang mengurutkan batu-batuan zaman Tertier, serta sekaligus memberi nama pada masing-masing batuan. Bersama dengan M.Deshayes, seorang ahli biologi dari Prancis, mereka mengidentifikasikan dan mendaftarkan spesies-spesies fosil yang terdapat dalam satu atau lebih strata, dan meramalkan proporsi jenis-jenis yang masih hidup di bagian-bagian laut tertebtu. Berdasarkan proporsi-proporsi tersebut mereka memberi nama Pleistosen, Pliosen, Miosen, dan Eosen. Argumentasi Lyell sesungguhnya bersifat statistika. Sayangnya setelah ditetapkan dan diterimanya nama-nama tersebut, metodenya segera dilupakan orang. Hal ini terjadi baik di bidang ilmu-ilmu biologi maupun fisika.
          Pada abad ke-19 pula, perlunya landasan yang lebih kokoh bagi statistika menjadi semakin jelas. Karl Pearson, seorang ahli fisika matematik, menerapkan matematika pada biologi. Pearson melewatkan hampir setengah abad dalam penelitian statistika yang serius. Di samping itu, ia juga mendirikan jurnal Biometrika dan sebuah aliran statistika. Dengan demikian kajian statistika memperoleh dorongan besar.
       Sementara Pearson hanya memperhatikan contoh besar (large samples), teori sampel besar yang dikembangkan ternyata tidak memuaskan peneliti yang selalu berhubungan dengan sampel kecil (small samples). Di antara mereka adalah W.S. Gosset, 1876-1937, murid Karl Pearson. Namun kemampuan matematika Gosset belum memadai untuk mendapatkan sebaran-sebaran pasti dari simpangan baku sampel, rasio antara rata-rata sampel dengan simpangan baku sampel, dan koefisien korelasi; statistik-statistik yang paling banyak diperhatikannya. Akibatnya, ia terpaksa mendasarkan pada kartu; mengocok, mengambil, dan kemudian membuat sebaran frekuensi empiriknya. Makalah yang membuat hasil penelitiannya ini muncul dalam Biometrika pada tahun 1908, dan ia menggunakan nama student. Sekarang ini sebaran t-Student merupakan alat dasar bagi statistikawan dan peneliti; dan me-student-kan merupakan istilah yang lazim dalam statistika. Kini penggunaan sebaran t-Student begitu meluas, dan menarik untuk diperhatikan bahwa seorang astronom Jerman, Helmert, telah mendapatkannya secara matematika jauh sebelumnya, yaitu pada tahun 1875.
        R.A. Fisher, 1890-1962, yang dipengaruhi oleh Karl Pearson dan Student, memberikan sumbangan yang sangat banyak dan penting bagi statistika. Ia dan murid-muridnya memberikan dorongan yang besar bagi penggunaan prosedur-prosedur statistika dalam banyak bidang, terutama dalam bidang-bidang pertanian, biologi, dan genetika.
         J.Neyman (1895) dan E.S.Pearson (1895), mengemukakan teori pengujian hipotesis pada tahun 1936 dan 1938. Teori ini meransang sejumlah besar penelitian dan banyak hasilnya mempunyai kegunaan praktis.
        Pada tahun 1902-1950, Abraham Wald menulis dua buku yang sangat bermanfaat hingga saat ini, yakni ‘Sequential Analysis’ dan ‘Statistical Decision Functions’. Dalam abad inilah (hingga saat ini) hampir semua metode statistika yang kini digunakan itu dikembangkan.

 3.  Materi-Materi dalam Statistika
       Mengenai materi-materi yang dipelajari dalam Statistika ada banyak yang harus kita ketahui, oleh karena saya akan menjelaskan secara garis besarnya saja, sebagai berikut :
   A.  Statistika
       1.  Pengertian Statistika
       2.  Jenis Statistika
       3.  Data Statistika
   B.  Penyajian Data
   C.  Ukuran Pemusatan
       1.  Rata-Rata (Mean)
       2.  Modus
       3.  Median
   D.  Ukuran Letak
       1.  Kuartil
       2.  Desil
       3.  Persentil
   E.  Ukuran Penyebaran
       1.  Rentang
       2.  Simpangan Kuartil
       3.  Simpangan Baku
   F.   Ukuran Kemiringan
   G.  Ukuran Keruncingan
   H.  Peluang

Untuk lebih lengkapnya silakan download Materi-materi Statistika klik ini
 
4.  Perbedaan Statistika dengan Matematika
        Pembelajaran statistika di SMA tidak bisa dilepaskan dari induk mata pelajarannya yaitu matematika. Matematika memberikan ruang lingkup kajian materi yang beragam diantaranya adalah statistika. Pada di kelas VI SD, anak-anak sudah dikenalkan pada statistika secara formal. Statistika juga diajarkan di SMP. Pada jenjang sekolah menengah atas (SMA), siswa mendapatkan materi statistika di kelas XI. Statistika selalu diajarkan di dalam materi matematika, tetapi jika kita melihat di perguruan tinggi ternyata terdapat jurusan statistika yang berbeda dengan jurusan matematika. Statistika juga menjadi matakuliah pilihan untuk semua jurusan yang ada di perguruan tinggi. Kenapa pada jejang perguruan tinggi statistika membentuk cabang kajian sendiri? apakah yang melatarbelakangi statistika berdiri sendiri dan berbeda dengan matematika? pada kesempatan kali ini saya akan membahasnya sekilas tentang perbedaan statistika dan matematika yang sebagian besar idenya saya ambil dari makalah “Complementing Mathematical Thingking and Statistical Thingking in School Mathematics” yang ditulis oleh Linda Gattuso dan Maria Gabriella Ottaviani.
      Pertama, statistika lebih menekankan kepada penalaran induktif sedangkan matematika cenderung menggunakan penalaran deduktif. Matematika dikatakan deduktif karena beranjak dari aksioma dan teorema sehingga memunculkan penalaran-penalaran, model-model dan bukti baru berdasarkan aksioma dan teorema yang telah ada sebelumnya. Statistika, dengan situasi yang sama dan data yang sama pula bisa memberikan cara menganalisis yang berbeda dan memunculkan kesimpulan yang berbeda pula. Hal itu membutuhkan penalaran induktif, bekerja dengan randomisasi/pengacakan, pengambilan kesimpulan yang sesuai dan menginterpretasi hasil yang didapat. 
    Kedua, matematika menyajikan abstraksi sedangkan statistika memberikan wawasan dengan penginterpretasikan situasi nyata. Matematika merupakan ilmu yang abstrak, pada awalnya mungkin terkesan nyata tetapi pada akhirnya matematika akan cenderung abstrak. Sedangkan statistika lebih cenderung ke kejadian nyata seperti untuk mengetahui berapa jumlah penduduk yang bekerja dan merasa puas dengan pekerjaannya, mengetahui jumlah prosentasi ikan yang ada di lautan, kita tidak bisa menggunakan perhitungan yang tepat karena kita hanya bisa mengkira-kirakan/menginterpretasikan dari contoh kecil yang didapat/diambil.
      Ketiga, matematika dan statistika berbeda dalam penggunaan bilangan. Matematika melihat bilangan sebagai bagian dari operasi, generalisasi, dan abstraksi sedangkan statistika memandang bilangan yang dihubungkan dengan situasi nyata, sehingga penting dalam pembuatan pemodelan dan mengambilan penalaran serta keputusan.

5.  Penerapan & Peranan Statistika di Kehidupan
      Dalam kehidupan yang modern sekarang ini , statistika memiliki peran penting bagi kehidupan. Ilmu statistika sangat sering digunakan baik dalam kehidupan sehari-hari, dalam penelitian ilmiah, dalam pendidikan, dalam kegiatan ilmu pengetahuan, dalam bisnis, dalam industri, serta keseluruhan bidang dalam perekonomian.
  • Dalam kehidupan sehari-hari, bisnis, industri serta bidang perekonomian, ilmu statistika memiliki peranan sebagai penyedia bahan-bahan keterangan berbagai hal untuk diolah. Contoh, tingkat biaa hidup dan tingkat pendapatan.
  • Dalam penelitian ilmiah, statistika memiliki peranan sebagai penyedia data untuk mengemukakan atau menemukan kembali keterangan-keterangan yang seolah-olah tersembunyi dalam angka-angka stastik.
  • Dalam pendidikan, statistika banyak membantu dalam menganalisis soal-soal yang diberikan dalam kegiatan pembelajaran. Contoh, perbandingan banyaknya mahasiswa perempuan dan laki-laki di kelas 2KB01
  • Dalam ilmu pengetahuan, statistika memiliki peranan sebagai sarana analisis data, sehingga diperoleh suatu kesimpulan dari data tersebut. 

6.  Kesimpulan
        Dari keseluruhan pembahasan diatas mengenai Statistika ini, dapat kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Statistika itu adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari metode yang paling efisien tentang cara‑cara pengumpulan, pengola­han, penyajian serta analisis data, penarikan kesimpulan serta pembuatan keputusan yang cukup beralasan berdasarkan data dan analisa yang dilakukan. Dan ilmu Statistika telah dilakukan sejak zaman kekerajaan sekitar (abad 14), dan juga berguna untuk kehidupan sehari-hari. Statistika dan Matematika, ternyata memiliki perbedaan dari berbagai aspek.


Sumber ;
http://www.pengertianpakar.com/2015/04/pengertian-statistika-menurut-pakar.html#_
https://id.wikipedia.org/wiki/Statistika
https://chabyeofmath.wordpress.com/sejarah-statistik/
https://lutfi4math.wordpress.com/2012/02/18/perbedaan-matematika-dan-statistika/
Meilia Nur Indah S, 2014. Statistika Deskriptif dan Induktif. Penerbit Graha Ilmu : Yogyakarta.